Selasa, 16 November 2010

PEDOMAN PENGISIAN INSTRUMEN PENILAIAN
KINERJA KEPALA SEKOLAH DASAR

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang :
Keberhasilan penyelenggaraam dan pengelolaan Sekolah Dasar merupakan cermin dari pelaksanaan pembinaan atas kinerja sekolah yang dilakukan secara terus menerus. Pembinaan tersebut merupakan keharusan dalam peningkatan mutu dalam menghadapi era global di abad ke-21, yang ditandai dengan persaingan yang semakin ketat pada semua aspek kehidupan
Kita menyadari bahwa keberhasilan pendidikan di Sekolah Dasar tidak bisa lepas dari pembinaan kualitas kinerja kepala sekolah beserta jajarannya. Kepala Sekolah Dasar sebagai pimpinan satuan pendidikan berkewajiban memberikan arahan, bimbing-an, motivasi, pembinaan, peningkatan dan pengembangan para guru dan staf tata usaha, serta menumbuhkan kreativitas dan produktivitas yang tinggi untuk mencapai hasil yang maksimal. Salah satu keberhasilan sekolah ditunjukkan oleh prestasi belajar siswa yang tinggi.
Di samping itu, Kepala Sekolah Dasar juga mempunyai kewajiban melakukan kegiatan administrasi sekolah, meliputi :
1. Perencanaan bulanan, semester dan tahunan dan lima tahunan (jangka menengah)
2. Mengorganisasikan semua kegiatan pendidikan di sekolah
3. Memberikan motivasi kepada guru dan staf
4. Melakukan pengawasan melalui kegiatan supervisi secara berkala dan berkesinam-bungan terhadap kegiatan administrasi sekolah, kegiatan pembelajaran di kelas dan di luar kelas
5. Menyusun laporan rutin dan berkala (bulanan, triwulan, semester dan tahunan) kepada atasan
Periodisasi masa jabatan guru yang ditugasi sebagai kepala sekolah, diharapkan dapat memacu dan memotivasi kerja kepala sekolah, sehingga kinerja kepala sekolah menjadi optimal. Melalui penilaian kinerja kepala sekolah, pembatasan periode masa jabatan seorang kepala sekolah diharapkan dapat berjalan secara obyektif, transparan dan akuntabel

B. Dasar :
1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
2. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 1992 tentang Tenaga Kependidikan
3. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 1992 tentang Peran serta Masyarakat dalam Pendidikan Nasional
4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
5. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 162/U/ 2003 Tahun 2004 tentang Pedoman Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah

C. Tujuan :
1. Menilai kinerja Kepala Sekolah Dasar
2. Meningkatkan motivasi kerja dan karir para Kepala Sekolah Dasar
3. Meningkatkan mutu manajemen di Sekolah Dasar
4. Meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Dasar




D. Sasaran
Sasaran penilaian kinerja Kepala Sekolah Dasar adalah :
1. Kepala Sekolah Dasar yang telah menduduki jabatan sebagai kepala sekolah sekurang-kurangnya empat (4) tahun pada satu sekolah; dan atau
2. Kepala Sekolah Dasar yang telah menduduki jabatan sebagai kepala sekolah sekurang-kurangnya tiga (3) tahun terakhir pada satu sekolah
3. Kepala Sekolah yang mengajukan permohonan atas inisiatif sendiri atau karena alasan promosi dan pertimbangan khusus perlu dilakukan penilaian kinerja

E. Hasil yang Diharapkan
Dari Penilaian kinerja kepala sekolah, diharapkan dapat diperoleh hasil sebagai berikut
1. Data nilai kinerja kepala sekolah yang valid, objektif dan akuntabel
2. Rekomendasi tentang kualifikasi kinerja kepala sekolah berdasarkan pengolahan data hasil penilaian kinerja kepala sekolah


II. TEKNIK PENILAIAN DAN ANALISIS HASIL

A. Teknik Penilaian ;
1. Metode Penilaian;
Penilaian kinerja kepala sekolah dasar, dilakukan dengan metode: Studi Dokumen-tasi, Observasi dan Wawancara
2. Strategi Penilaian;
Strategi penilaian kinerja kepala sekolah, meliputi langkah-langkah :
a. Penetapan Kepala Sekolah yang akan dinilai kinerjanya, berdasarkan kriteria dan pemetaan masa kerja yang relevan
b. Sosialisasi penilaian kinerja kepala sekolah kepada para kepala sekolah yang bersangkutan
c. Penetapan jadual kegiatan Tim Penilai Kinerja Kepala Sekolah
d. Pendistribusian instrumen penilaian kinerja kepala sekolah yang bertujuan untuk self assessment (penilaian diri) bagi kepala sekolah bersangkutan
e. Tim penilai mengunjungi sekolah untuk melakukan observasi, wawancara dan studi dokumentasi dalam rangka melakukan penilaian kinerja kepala sekolah sebenarnya
f. Tim Penilai melakukan penilaian menggunakan instrumen dan pedoman yang telah disiapkan
g. Nilai akhir yang diperoleh pada setiap komponen dan aspek dikonfirmasikan kepada pihak kepala sekolah yang bersangkutan

3. Teknik Penilaian
a. Teknik penilaian kinerja kepala sekolah dilakukan oleh Tim Penilai yang dibentuk oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota setempat
b. Setiap tim terdiri sekurang-kurangnya terdiri dua (2) orang pengawas
c. Penilaian dapat dilakukan secara bertahap, langsung dan menggunakan instrumen penilaian kinerja kepala sekolah
d. Data nilai berupa angka dengan rentang antara 30 sampai 100 untuk setiap indikator kinerja
e. Selengkapnya teknik penilaian mengacu pada pedoman penilaian




B. Teknik Analisis Hasil Penilaian ;
Untuk menganalisis data hasil penilaian, menggunakan teknik sebagai berikut :
1. Nilai yang diperoleh tiap indikator pada setiap aspek dijumlahkan menjadi Jumlah Nilai Indikator (JNI), kemudian dibagi dengan angka jumlah indikator (JI) pada aspek tersebut, diperoleh Nilai Aspek (NA) atau NA = JNI
JI

2. Selanjutnya NA pada setiap komponen dijumlahkan menjadi Jumlah Nilai Aspek (JNA) kemudian dibagi dengan angka jumlah aspek (JA) pada komponen bersangkutan, diperoleh Nilai Komponen (NK) atau NK = JNA
JA

3. Masing-masing Nilai Komponen dikalikan dengan angka Bobot menurut Komponen sebagai berikut :

KOMPONEN BOBOT
E (Educator) 2
M (Manager) 2
A (Administrator) 1
S (Supervisor) 1
L (Leader) 2
I (Inovator) 1
M (Motivator) 1
E (Enterpraneur) 2
Jumlah 12

4. Selanjutnya, hitung Nilai Kinerja Kepala Sekolah (NKKS) dengan rumus
NKKS = Jumlah (Nilai Komponen x Bobot)
12

5. Tentukan kualifikasi Nilai Kinerja Kepala Sekolah sebagai berikut :

NO PEROLEHAN NILAI KUALIFIKASI REKOMENDASI
1 86 – 100 A (amat baik) a. Perpanjangan masa jabatan Periode I ke II, Periode II ke III dan tipe sekolah lebih tinggi
b. Periode III (berakhir)
c. Promosi jabatan struktural dan fungsional sesuai dengan peraturan yang berlaku
2 71 – 85,99 B (baik) a. Perpanjangan masa jabatan Periode I ke II,
b. Periode II (berakhir)
c.. Periode III (berakhir)
3 56 – 70,99 C (cukup) a. Perpanjang masa jabatan Periode I ke II ke sekolah lain tipe rendah atau berakhir
b. Periode II berakhir
c. Periode III (berhenti)
4 41 – 54 D (kurang) Periode I, II, III dibebaskan dari tugas tambahan sebagai kepala sekolah dan melaksanakan tugas guru secara penuh


III. PEDOMAN PENILAIAN TIAP INDIKATOR
1. Komponen Kepala Sekolah sebagai Pendidik
Aspek prestasi sebagai guru (ada 5 indikator)
Aspek kemampuan membimbing guru (ada 5 indikator)
Aspek kemampuan membimbing karyawan (TU, Penjaga, dsb)- (ada 3 indikator)
Aspek kemampuan membimbing siswa (ada 2 indikator)
Aspek kemampuan mengembangkan staf (ada 6 indikator)
Untuk menilai kelima aspek tersebut di atas (1.1 s.d. 1.5), gunakan pedoman indikator di bawah ini :

NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Belum memiliki program tertulis dan belum melaksanakan
31 – 50 Belum memiliki program tertulis, tetapi ada pelaksanaan secara insidental
51 – 70 Ada program, ada pelaksanaan, tetapi tidak ada evaluasi
71 – 85 Ada program, ada pelaksanaan, ada evaluasi tetapi tidak ada catatan hasil pembinaan (komentar)
86 - 100 Ada program, ada pelaksanaan, ada evaluasi dan ada catatan hasil pembinaan

Aspek kemampuan belajar/ mengikuti perkembangan iptek (ada 5 indikator)
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Belum memiliki program tertulis dan belum ada pelaksanaan
31 – 50 Belum memiliki program tertulis tetapi ada pelaksanaan secara insidental
51 – 70 Ada program tertulis, ada pelaksanaan tetapi tidak ada bukti fisik, misalnya: buku, jurnal, buletin, makalah, klipping, catatan hasil perkembangan iptek dsb.
71 – 85 Ada program tertulis, ada pelaksanaan, ada bukti fisik tetapi tidak ditularkan kepada guru dan karyawan
86 – 100 Ada program tertulis dan mengikuti perkembangan iptek serta ditularkan kepada guru dan karyawan

Aspek kemampuan memberi contoh mengajar yang baik (ada 3 indikator)
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Belum tertulis pada jadwal pembelajaran dan belum melaksanakan
31 – 50 Belum tertulis pada jadwal pembelajaran tetapi melaksanakan secara insidental
51 – 70 Tertulis pada jadwal pembelajaran, melaksanakan, tetapi tidak ada bukti fisik perangkat pembelajaran (Prota, promes, satpel, RP dan daftar nilai)
71 – 85 Tertulis pada jadwal pembelajaran, melaksanakan, ada bukti fisik tetapi tidak ditularkan kepada guru lain
86 – 100 Tertulis pada jadwal pembelajaran, melaksanakan, ada bukti fisik dan ditularkan kepada guru lain







2. Komponen Kepala Sekolah sebagai Manajer
Aspek kemampuan menyusun program (ada 4 indikator)
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Belum memiliki program tertulis
31 – 50 Memiliki program tertulis, tetapi tidak jelas arah/ sasarannya
51 – 70 Memiliki program tertulis dengan arah/ sasaran yang jelas tetapi tidak sesuai dengan kondisi sekolah
71 – 85 Memiliki program tertulis dengan arah/ sasaran yang jelas dan sesuai dengan kondisi sekolah tetapi belum jelas pentahapannya
86 – 100 Memiliki program tertulis dengan arah/ sasaran yang jelas dan sesuai dengan kondisi sekolah serta jelas pentahapannya

Aspek kemampuan menyusun organisasi/ ketenagaan di sekolah (ada 3 indikator)
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Belum memiliki organisasi pelaksanaan tugas di sekolah
31 – 50 Memiliki organisasi tetapi belum terstruktur dengan jelas
51 – 70 Memiliki struktur organisasi dengan struktur yang jelas tetapi tidak disertai uraian tugas
71 – 85 Memiliki struktur organisasi dengan struktur yang jelas dan disertai uraian tugas tetapi penunjukan personal tidak sesuai dengan kemampuan yang bersangkutan
86 – 100 Memiliki struktur organisasi dengan struktur dan uraian tugas yang jelas serta penunjukan personalnya sudah sesuai dengan kemampuan yang bersangkutan

Aspek kemampuan menggerakkan staf (ada 3 indikator)
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Belum pernah melakukan upaya menggerakkan staf yang sedang melaksanakan tugas
31 – 50 Ada upaya menggerakkan staf tetapi hanya insidental (tidak terpro-gram)
51 – 70 Ada upaya menggerakkan staf secara terprogram tetapi tidak ada catatan hasilnya (komentar)
71 – 85 Ada upaya menggerakkan staf secara terprogram dan ada bukti fisik catatan hasilnya tetapi tidak ada evaluasi untuk peningkatan kinerja staf
86 – 100 Ada upaya menggerakkan staf secara terprogram, ada bukti fisik catatan hasilnya dan melakukan evaluasi untuk peningkatan kinerja staf


Aspek kemampuan mengoptimalkan sumber daya sekolah (ada 5 indikator)
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Belum ada program pemanfaatan sumber daya dan belum ada pelaksanaan
31 – 50 Ada program pemanfaatan sumber daya tetapi belum ada pelaksanaan
51 – 70 Ada program dan melaksanakan pemanfaatan sumber daya tetapi belum ada evaluasi
71 – 85 Ada program dan pelaksanaan secara optimal dan ada evaluasi tetapi belum ada analisis serta program tindaklanjut pemanfaatan sumber daya
86 – 100 Ada program dan pelaksanaan secara optimal, ada evaluasi, ada analisis dan program tindaklanjut pemanfaatan sumber daya

3. Komponen Kepala Sekolah sebagai Administrator
Aspek kemampuan mengelola administrasi KBM (ada 4 indikator)
Aspek kemampuan mengelola administrasi kesiswaan (ada 3 indikator)
Aspek kemampuan mengelola administrasi ketenagaan (ada 2 indikator)
Aspek kemampuan mengelola administrasi keuangan(ada 4 indikator)
Aspek kemampuan mengelola administrasi (ada 5 indikator)
Aspek kemampuan mengelola administrasi persuratan (ada 3 indikator)
Ke-enam aspek (3.1 s.d 3.6) tersebut di atas dapat dinilai dengan indikator sebagai berikut :

NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Belum memiliki data/ berkas
31 – 50 Memiliki data/ berkas tetapi tidak lengkap
51 – 70 Memiliki data/ berkas secara lengkap tetapi tidak tersimpan/ tertata secara sistematis
71 – 85 Memiliki data/ berkas secara lengkap dan tertata secara sistematis tetapi belum ada arah peningkatan/ pengembangan dalam pengaturannya, misalnya dengan komputerisasi atau Sistem Informasi Manajemen Data
86 – 100 Memiliki data/ berkas secara lengkap, tertata secara sistematis dan nampak arah peningkatan/ pengembangan dalam pengaturannya

4. Komponen Kepala Sekolah sebagai Penyelia
Aspek kemampuan menyusun program supervisi pendidikan (ada 3 indikator)
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Belum memiliki program supervisi
31 – 50 Ada program supervisi tetapi belum terjadwal secara rinci
51 – 70 Ada program supervisi dan terjadwal secara rinci, tetapi belum memiliki instrumen supervisi
71 – 85 Ada program supervisi yang terjadwal secara rinci dan memiliki instrumen supervisi, tetapi frekuensi supervisi kurang dari satu kali per tahun untuk setiap guru, atau satu kali untuk setiap kegiatan/ administrasi di sekolah
86 – 100 Ada program supervisi yang terjadwal secara rinci dengan instrumen supervisi dan frekuensi supervisi kelas satu kali per tahun untuk setiap guru, atau satu kali untuk setiap kegiatan/ administrasi di sekolah

Aspek kemampuan melaksanakan supervisi pendidikan (ada 3 indikator)
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Belum melaksanakan supervisi
31 – 50 Sudah melaksanakan supervisi secara insidental (belum terjadwal)
51 – 70 Sudah melaksanakan supervisi dan terjadwal tetapi tidak menggunakan instrumen supervisi
71 – 85 Sudah melaksanakan supervisi, terjadwal, menggunakan instrumen supervisi tetapi pelaksanaan supervisi kelas kurang satu kali per tahun untuk setiap guru, atau satu kali untuk setiap kegiatan/ administrasi di sekolah
86 – 100 Sudah melaksanakan supervisi, terjadwal, menggunakan instrumen supervisi dan setiap guru dapat disupervisi minimal satu kali per tahun, atau setiap kegiatan/ administrasi di sekolah minimal satu kali


Aspek kemampuan memanfaatkan hasil supervisi pendidikan (ada 2 indikator)
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Belum memanfaatkan hasil supervisi
31 – 50 Memanfaatkan hanya sebagian hasil supervisi
51 – 70 Melaksanakan hasil supervisi tetapi tidak terjadwal dan tanpa instrumen
71 – 85 Melaksanakan hasil supervisi dan terjadwal tetapi tanpa instrumen
86 – 100 Melaksanakan hasil supervisi, terjadwal untuk setiap guru/ karyawan dengan menggunakan instrumen

5. Komponen Kepala Sekolah sebagai Pemimpin
Aspek kepribadian yang kuat (ada 7 indikator)
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Belum menunjukkan sikap yang dimaksud (Jujur, percaya diri, bertanggung-jawab, berani mengambil resiko, berjiwa besar, dst)
31 – 50 Sudah menunjukkan sikap tersebut, tetapi tidak konsisten (sering berubah)
51 – 70 Menunjukkan sikap tersebut secara konsisten, tetapi guru, TU, Penjaga dan siswa masih meragukan
71 – 85 Menunjukkan sikap tersebut secara konsisten dan tidak diragukan oleh guru, TU, Penjaga serta siswa
86 – 100 Menunjukkan sikap tersebut secara konsisten dan guru, TU, Penjaga serta siswa mempercayainya bahkan menjadikannya sebagai teladan

5.1.8 Mentaati ketentuan jam kerja
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Tidak pernah datang tepat waktu dan pulang tepat waktu
31 – 50 Sering datang tidak tepat waktu dan pulang tidak tepat waktu
51 – 70 Pernah datang tidak tepat waktu dan pulang tidak tepat waktu
71 – 85 Selalu masuk kerja dan datang tepat waktu, pulang pernah tidak tepat waktu
86 – 100 Selalu masuk kerja dan datang tepat waktu, pulang tepat waktu

5.1.9 Mentaati perintah kedinasan dari atasan dengan sebaik-baiknya
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Tidak pernah menjalankan perintah atasan dan tidak pernah membuat laporan menjalankan tugas
31 – 50 Sering tidak menjalankan perintah atasan dan tidak pernah membuat laporan menjalankan tugas
51 – 70 Kadang tidak menjalankan perintah
71 – 85 Menjalankan perintah atasan dan kadang membuat laporan setelah selesai
86 – 100 Menjalankan perintah atasan sebaik-baiknya dan selalu membuat laporan setelah selesai









5.1.10 Bersikap sopan santun
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Selalu bersikap tidak sopan kepada bawahan (guru maupun murid)
31 – 50 Sering tidak bersifat sopan santun kepada bawahan (guru maupun murid)
51 – 70 Kadang tidak santun pada atasan dan kadang tidak santun dengan bawahan
71 – 85 Bersikap sopan santun pada atasan dan kadang tidak santun pada guru atau siswa
86 – 100 Bersikap santun kepada semua orang

5.1.11 Mentaati peraturan perundang-undangan atau peraturan kedinasan yang berlaku
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Tidak pernah mentaati peraturan perundang-undangan atau peraturan kedinasan yang berlaku
31 – 50 Sering tidak mentaati peraturan perundang-undangan atau peraturan kedinasan yang berlaku
51 – 70 Kadang tidak mentaati peraturan perundang-undangan atau peraturan kedinasan yang berlaku
71 – 85 Pernah tidak mentaati peraturan perundang-undangan atau peraturan kedinasan yang berlaku
86 – 100 Selalu mentaati peraturan perundang-undangan atau peraturan kedinasan yang berlaku

5.1.12 Melayani masyarakat dengan baik sesuai bidang tugasnya
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Tidak pernah memberikan pelayanan terhadap masyarakat dengan baik sesuai dengan bidang tugasnya
31 – 50 Jarang memberikan pelayanan terhadap masyarakat dengan baik sesuai dengan bidang tugasnya
51 – 70 Kadang memberikan pelayanan terhadap masyarakat dengan baik sesuai dengan bidang tugasnya
71 – 85 Sering memberikan pelayanan terhadap masyarakat dengan baik sesuai dengan bidang tugasnya
86 – 100 Selalu memberikan pelayanan terhadap masyarakat dengan baik sesuai dengan bidang tugasnya

5.1.13 Semangat kerja tinggi
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Tidak pernah mempunyai semangat kerja
31 – 50 Sering tidak mempunyai semangat kerja
51 – 70 Kadang tidak mempunyai semangat kerja
71 – 85 Sering mempunyai semangat kerja
86 – 100 Selalu mempunyai semangat kerja






5.1.14 Kreatifitas tinggi
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Tidak pernah mempunyai gagasan-gagasan baik mengenai bidang tugasnya
31 – 50 Sering tidak mempunyai gagasan-gagasan baik mengenai bidang tugasnya
51 – 70 Kadang mempunyai gagasan-gagasan baik mengenai bidang tugasnya
71 – 85 Sering mempunyai gagasan-gagasan baik mengenai bidang tugasnya
86 – 100 Selalu mempunyai gagasan-gagasan baik mengenai bidang tugasnya

5.1.15 Dapat menyesuaikan pendapatnya dengan orang lain, apabila yakin bahwa orang lain itu benar
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Tidak pernah dapat menyesuaikan pendapatnya dengan orang lain, apabila yakin bahwa orang lain itu benar
31 – 50 Jarang sekali dapat menyesuaikan pendapatnya dengan orang lain, apabila yakin bahwa orang lain itu benar
51 – 70 Kadang dapat menyesuaikan pendapatnya dengan orang lain, apabila yakin bahwa orang lain itu benar
71 – 85 Sering dapat menyesuaikan pendapatnya dengan orang lain, apabila yakin bahwa orang lain itu benar
86 – 100 Selalu dapat menyesuaikan pendapatnya dengan orang lain, apabila yakin bahwa orang lain itu benar

5.1.16 Mengetahui secara mendalam bidang tugas orang lain yang berkaitan bidang tugasnya
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Tidak mengetahui bidang tugas orang lain yang ada hubungannya dengan bidang tugasnya
31 – 50 Kurang mengetahui bidang tugas orang lain yang ada hubungannya dengan bidang tugasnya
51 – 70 Mengetahui secara mendalam bidang tugas orang lain yang ada hubungannya dengan bidang tugasnya, tetapi tidak menguasainya
71 – 85 Mengetahui secara mendalam bidang tugas orang lain yang ada hubungannya dengan bidang tugasnya
86 – 100 Menguasai dan mengetahui secara mendalam bidang tugas orang lain yang ada hubungannya dengan bidang tugasnya











5.1.17 Menghargai pendapat orang lain
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Selalu memaksanakan pendapatnya pada orang lain, walau kadang tidak benar
31 – 50 Sering memaksanakan pendapatnya pada orang lain, walau kadang tidak benar
51 – 70 Kadang tidak menghargai pendapat orang lain walau pendapat itu benar
71 – 85 Dapat menghargai pendapat orang lain walau berbeda pendapat dengan dia
86 – 100 Sangat menghargai pendapat orang lain dan mampu menyesuaikan

5.1.18 Mampu bekerja bersama-sama orang lain menurut waktu dan bidang tugas yang ditentukan
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Tidak pernah mampu bekerja bersama-sama dengan orang lain menurut waktu dan bidang tugas yang ditentukan
31 – 50 Jarang mampu bekerja bersama-sama dengan orang lain menurut waktu dan bidang tugas yang ditentukan
51 – 70 Kadang mampu bekerja bersama-sama dengan orang lain menurut waktu dan bidang tugas yang ditentukan
71 – 85 Sering mampu bekerja bersama-sama dengan orang lain menurut waktu dan bidang tugas yang ditentukan
86 – 100 Selalu mampu bekerja bersama-sama dengan orang lain menurut waktu dan bidang tugas yang ditentukan

5.1.19 Selalu berusaha memberikan saran yang dipandangnya baik dan berguna kepada atasan, baik diminta atau tidak diminta, mengenai atau yang ada hubungannya dengan pelaksanaan tugas
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Tidak pernah berusaha memberikan saran yang dipandangnya baik dan berguna kepada atasan, baik diminta atau tidak diminta, mengenai atau yang ada hubungannya dengan pelaksanaan tugas
31 – 50 Jarang berusaha memberikan saran yang dipandangnya baik dan berguna kepada atasan, baik diminta atau tidak diminta, mengenai atau yang ada hubungannya dengan pelaksanaan tugas
51 – 70 Kadang berusaha memberikan saran yang dipandangnya baik dan berguna kepada atasan, baik diminta atau tidak diminta, mengenai atau yang ada hubungannya dengan pelaksanaan tugas
71 – 85 Sering berusaha memberikan saran yang dipandangnya baik dan berguna kepada atasan, baik diminta atau tidak diminta, mengenai atau yang ada hubungannya dengan pelaksanaan tugas
86 – 100 Selalu berusaha memberikan saran yang dipandangnya baik dan berguna kepada atasan, baik diminta atau tidak diminta, mengenai atau yang ada hubungannya dengan pelaksanaan tugas





5.1.20 Berusaha mencari tata cara kerja baru dalam mencapai daya sebesar-besarnya
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Tidak pernah berusaha mencari tata cara kerja baru dalam mencapai daya sebesar-besarnya
31 – 50 Jarang berusaha mencari tata cara kerja baru dalam mencapai daya sebesar-besarnya
51 – 70 Kadang berusaha mencari tata cara kerja baru dalam mencapai daya sebesar-besarnya
71 – 85 Sering berusaha mencari tata cara kerja baru dalam mencapai daya sebesar-besarnya
86 – 100 Selalu berusaha mencari tata cara kerja baru dalam mencapai daya sebesar-besarnya

5.1.21 Selalu berada di tempat tugasnya selama jam kerja
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Tidak pernah berada di tempat tugasnya selama jam
31 – 50 Jarang berada di tempat tugasnya selama jam
51 – 70 Kadang berada di tempat tugasnya selama jam
71 – 85 Sering berada di tempat tugasnya selama jam
86 – 100 Selalu berada di tempat tugasnya selama jam

5.1.22 Tidak pernah melemparkan kesalahan yang dibuatnya kepada orang lain
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Selalu berusaha melemparkan kesalahan yang dibuatnya kepada orang lain
31 – 50 Sering berusaha melemparkan kesalahan yang dibuatnya kepada orang lain
51 – 70 Kadang berusaha melemparkan kesalahan yang dibuatnya kepada orang lain
71 – 85 Jarang berusaha melemparkan kesalahan yang dibuatnya kepada orang lain
86 – 100 Tidak pernah berusaha melemparkan kesalahan yang dibuatnya kepada orang lain

5.1.23 Menyelesaikan tugas dengan baik dan tepat pada waktunya
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Tidak pernah menyelesaikan tugas dengan baik dan tepat pada waktunya
31 – 50 Jarang menyelesaikan tugas dengan baik dan tepat pada waktunya
51 – 70 Kadang menyelesaikan tugas dengan baik dan tepat pada waktunya
71 – 85 Sering menyelesaikan tugas dengan baik dan tepat pada waktunya
86 – 100 Selalu menyelesaikan tugas dengan baik dan tepat pada waktunya








5.1.24 Mengutamakan kepentingan dinas daripada kepentingan pribadi atau golongan
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Tidak pernah mengutamakan kepentingan dinas daripada kepentingan pribadi atau golongan
31 – 50 Jarang mengutamakan kepentingan dinas daripada kepentingan pribadi atau golongan
51 – 70 Kadang mengutamakan kepentingan dinas daripada kepentingan pribadi atau golongan
71 – 85 Sering mengutamakan kepentingan dinas daripada kepentingan pribadi atau golongan
86 – 100 Selalu mengutamakan kepentingan dinas daripada kepentingan pribadi atau golongan

5.1.25 Hasil kerjanya dilaporkan kepada atasan, meskipun kurang sesuai dengan keadaan
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Hasil kerjanya tidak pernah dilaporkan kepada atasan, meskipun kurang sesuai dengan keadaan
31 – 50 Hasil kerjanya jarang dilaporkan kepada atasan, meskipun kurang sesuai dengan keadaan
51 – 70 Hasil kerjanya kadang dilaporkan kepada atasan, meskipun kurang sesuai dengan keadaan
71 – 85 Hasil kerjanya sering dilaporkan kepada atasan, meskipun kurang sesuai dengan keadaan
86 – 100 Hasil kerjanya selalu dilaporkan kepada atasan, meskipun kurang sesuai dengan keadaan

5.1.26 Kesehatan jasmani
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Hampir selalu terganggu kesehatan jasmani dalam pelaksanaan tugas
31 – 50 Sering terganggu kesehatan jasmani dalam pelaksanaan tugas
51 – 70 Kadang terganggu kesehatan jasmani dalam pelaksanaan tugas
71 – 85 Jarang terganggu kesehatan jasmani dalam pelaksanaan tugas
86 – 100 Tidak pernah terganggu kesehatan jasmani dalam pelaksanaan tugas

Aspek kemampuan mengenal anak buah/ staf (ada 6 indikator)
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Belum mengenal anak buahnya (guru, karyawan)
31 – 50 Mengenal anak buah tetapi tidak mengetahui kemampuan dan kekurangannya
51 – 70 Mengenal kemampuan dan kekurangan anak buah tetapi hanya beberapa orang (tidak seluruhnya)
71 – 85 Mengenal kemampuan dan kekurangan seluruh anak buah tetapi tidak memiliki catatan perkembangannya
86 – 100 Mengenal kemampuan dan kekurangan seluruh anak buah dan memiliki catatan perkembangannya




Aspek pemahaman terhadap visi dan misi sekolah (ada 3 indikator)
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Belum memiliki visi dan misi sekolah secara tertulis
31 – 50 Memiliki visi dan misi sekolah tetapi belum melaksanakan
51 – 70 Memiliki visi dan misi sekolah, mensosialisasikan, tetapi melaksanakan tidak terprogram dan tidak dievaluasi
71 – 85 Memiliki visi dan misi sekolah, mensosialisasikan, melaksanakan terprogram tetapi tidak dievaluasi
86 – 100 Memiliki visi dan misi sekolah, mensosialisasikan, melaksanakan terprogram dan dievaluasi

Aspek kemampuan mengambil keputusan (ada 3 indikator)
NILAI
30 Belum dapat mengambil keputusan
31 – 50 Dapat mengambil keputusan tetapi seringkali terlambat dan isinya seringkali tidak tepat
51 – 70 Mampu mengambil keputusan pada waktu yang tepat tetapi isinya seringkali tidak tepat
71 – 85 Mampu mengambil keputusan pada waktu yang tepat dan isinya tepat, tetapi sebelumnya tidak dimusyawarahkan dengan guru/ karyawan atau pihak terkait
86 – 100 Mampu mengambil keputusan pada waktu yang tepat, isinya tepat, dan sebelumnya dimusyawarahkan dengan guru/ karyawan atau pihak terkait

Aspek Pengambilan Keputusan Secara Partisipatif (ada 3 indikator)
Pengambilan keputusan melibatkan orang lain
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Jarang dan tidak pernah melibatkan orang lain
31 – 50 Jarang dan melibatkan beberapa orang saja
51 – 70 Sering, tetapi melibatkan beberapa orang saja
71 – 85 Sering dan melibatkan semua orang
86 – 100 Sering dengan melibatkan semua orang, tetapi untuk pemecahan masalah yang penting saja

Pengambilan keputusan bersifat obyektif sesuai kebutuhan di SD
Pengambilan keputusan relevan dengan kondisi siswa
Untuk menilai indikator 5.5.2 dan 5.5.3, gunakan tabel di bawah ini :
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Ya kadang-kadang dan pengambilan keputusan tanpa didukung data
31 – 50 Ya sering, tetapi pengambilan keputusan tanpa didukung data
51 – 70 Ya selalu, tetapi pengambilan keputusan tanpa didukung data
71 – 85 Ya selalu, tetapi pengambilan keputusan kadang-kadang didukung data
86 – 100 Ya selalu dan pengambilan keputusan selalu didukung oleh data yang akurat







Aspek Keterbukaan dan Demokratis (ada 3 indikator)
Kepala Sekolah menjalankan kepemimpinan
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Ya, tetapi kurang efektif
31 – 50 Ya, tetapi hanya efektif bagi beberapa tipe orang/ staf saja
51 – 70 Ya, efektif bagi banyak orang/ staf
71 – 85 Ya, efektif bagi semua orang/ staf, tetapi kurang fleksibel
86 – 100 Ya, efektif bagi semua orang dan memiliki fleksibilitas tinggi

Kepala Sekolah memiliki akuntabilitas kepada atasan maupun bawahan
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Ya, tetapi akuntabilitasnya rendah baik kepada atasan maupun kepada bawahan
31 – 50 Ya, akuntabilitasnya tinggi kepada atasan tetapi kurang kepada bawahan
51 – 70 Ya, akuntabilitasnya kurang kepada atasan tetapi tinggi kepada bawahan
71 – 85 Ya, akuntabilitasnya tinggi baik kepada atasan maupun kepada bawahan, tetapi tidak didukung dokumen lengkap
86 – 100 Ya, akuntabilitasnya tinggi baik kepada atasan maupun kepada bawahan dan didukung dokumen lengkap

Budaya demokratis terbentuk dilingkungan SD
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Ya, dalam kegiatan tertentu sebelum kepemimpinan kepala sekolah sekarang
31 – 50 Ya, dalam setiap kegiatan sebelum kepemimpinan kepala sekolah sekarang
51 – 70 Ya, dalam kegiatan tertentu sejak kepemimpinan kepala sekolah sekarang
71 – 85 Ya, dalam setiap kegiatan sejak dulu sampai kepemimpinan kepala sekolah sekarang
86 – 100 Ya, dalam setiap kegiatan sejak kepemimpinan kepala sekolah sekarang

Aspek Pola Hubungan Atasan dan Bawahan (ada 4 indikator)
Ada keakraban antara Kepala Sekolah, guru , karyawan dan siswa
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Keakraban hanya terjalin antara KS dengan guru dan karyawan saja
31 – 50 Keakraban terjalin antara guru dan karyawan dengan siswa
51 – 70 Keakraban terjalin antara KS, guru dan karyawan dengan siswa dalam kegiatan tertentu di sekolah
71 – 85 Keakraban terjalin antara KS, guru, karyawan dan siswa dalam setiap kegiatan di sekolah saja
86 – 100 Keakraban terjalin akrab antara KS, guru, karyawan dan siswa dalam setiap kegiatan baik di sekolah maupun di luar sekolah









Kepala Sekolah menerima segala kritik dan saran
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Kurang suka menerima kritik dan saran secara terbuka, tetapi mau menerima kritik secara tertutup
31 – 50 Suka menerima kritik dan saran secara terbuka tetapi tidak pernah ditindaklanjuti dalam pengambilan keputusan
51 – 70 Suka menerima kritik dan saran secara terbuka tetapi jarang ditindaklanjuti dalam pengambilan keputusan
71 – 85 Suka menerima kritik dan saran secara terbuka dan ditindaklanjuti dalam pengambilan keputusan tertentu
86 – 100 Suka menerima kritik dan saran secara terbuka, dan selalu menindaklanjuti dalam setiap pengambilan keputusan

Ada kejelasan pendelegasian tugas di antara Kepala Sekolah, guru dan karyawan
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Ya, pembagian tugas belum merata dan tidak ada rincian tugas
31 – 50 Ya, pembagian tugas merata, tetapi tidak ada rincian tugas masing-masing
51 – 70 Ya, pembagian tugas merata dan ada rincian tugas masing-masing
71 – 85 Ya, pembagian tugas merata dan ada rincian tugas masing-masing, tetapi pendelegasian tugas kurang sesuai dengan kemampuan staf
86 – 100 Ya, pembagian tugas merata, ada rincian tugas masing-masing dan pendele-gasian tugas sudah sesuai dengan kemampuan staf

Kepala Sekolah memberi kesempatan yang sama kepada semua guru dan karyawan untuk mengembangkan diri .
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Ya, tetapi berlaku untuk sekelompok kecil staf
31 – 50 Ya, tanpa membeda-bedakan kemampuan dan prestasi staf
51 – 70 Ya, kesempatan hanya diberikan kepada staf yang memiliki kemampuan tinggi, walau prestasi atau kinerjanya rendah
71 – 85 Ya, kesempatan hanya diberikan kepada staf yang prestasi atau kinerjanya tinggi, walau kemampuannya rendah
86 – 100 Ya, kesempatan diberikan kepada staf yang memiliki kemampuan dan prestasi atau kinerja yang tinggi

Aspek Pengembangan masyarakat belajar (ada 3 indikator)
Masyarakat memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan pembelajaran
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Dukungan belum secara penuh dan masyarakat belum berperanserta langsung
31 – 50 Dukungan secara penuh tetapi masyarakat belum berperanserta langsung
51 – 70 Dukungan secara penuh dan masyarakat berperanserta langsung
71 – 85 Dukungan secara penuh dan masyarakat berperanserta langsung, tetapi masyarakat belum ikut mengawasi
86 – 100 Dukungan secara penuh, masyarakat berperanserta langsung dan ikut mengawasi



Budaya sekolah dipahami oleh komunitas sekolah
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Budaya Sekolah belum dipahami oleh semua anggota komunitas sekolah
31 – 50 Budaya Sekolah telah dipahami oleh sebagian kecil dari anggota komunitas sekolah
51 – 70 Budaya Sekolah telah dipahami oleh sebagian besar dari anggota komunitas sekolah
71 – 85 Budaya Sekolah telah dipahami oleh sebagian besar dari anggota komunitas sekolah, tetapi belum diimplementasikan dalam Visi dan Misi Sekolah
86 – 100 Budaya Sekolah telah dipahami oleh sebagian besar dari anggota komunitas sekolah dan sudah diimplementasikan dalam Visi dan Misi Sekolah

Budaya Sekolah dibentuk untuk pencapaian tujuan sekolah
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Budaya sekolah muncul menyesuaikan budaya masyarakat sekitar
31 – 50 Budaya sekolah dirancang dan dibangun tidak menyesuaikan perkembangan sekolah
51 – 70 Budaya sekolah dirancang dan dibangun sesuai perkembangan sekolah
71 – 85 Budaya sekolah dirancang, dibangun sesuai perkembangan sekolah tetapi tidak diarahkan untuk mencapai tujuan sekolah
86 – 100 Budaya sekolah dirancang, dibangun sesuai perkembangan sekolah dan diarahkan untuk mencapai tujuan sekolah

Aspek kemampuan komunikasi (ada 4 indikator)
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Tidak mampu berkomunikasi (secara lisan dan tertulis)
31 – 50 Mampu berkomunikasi tetapi kurang memahami audient (orang yang diajak bicara atau pembaca yang dituju)
51 – 70 Mampu berkomunikasi, memahami lawan bicara atau pembaca tulisannya, tetapi tidak dapat memanfaatkan media yang tersedia
71 – 85 Mampu berkomunikasi, memahami lawan bicara atau pembaca tulisannya, dan dapat memanfaatkan media yang tersedia, tetapi tidak efisien dalam menggunakan waktu dan tulisan
86 – 100 Mampu berkomunikasi, memahami lawan bicara atau pembaca tulisannya, dan dapat memanfaatkan media yang tersedia serta efisien dalam menggunakan waktu dan tulisan









6. Komponen Kepala Sekolah sebagai Inovator
Aspek kemampuan mencari/ menemukan gagasan baru (ada 3 indikator)
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Belum mau memperhatikan gagasan baru dari orang lain
31 – 50 Mau memperhatikan gagasan baru dari orang lain tetapi tidak sungguh-sungguh
51 – 70 Senang memperhatikan gagasan baru dari orang lain dengan sungguh-sungguh, tetapi tidak diadopsi sesuai dengan keperluan sekolah
71 – 85 Senang memperhatikan gagasan baru dari orang lain kemudian mengadopsi sesuai dengan keperluan sekolah tetapi tidak disosialisasikan kepada guru/ karyawan atau yang terkait
86 – 100 Senang memperhatikan gagasan baru dari orang lain kemudian mengadopsi sesuai dengan keperluan sekolah dan disosialisasikan kepada guru/ karyawan atau yang terkait

Aspek kemampuan melakukan pembaharuan di sekolah (ada 5 indikator)
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Belum memiliki gagasan untuk pembaharuan di bidang tersebut (KBM, pengadaan/ pembinaan guru/ karyawan, kegiatan ekstrakurikuler, penggalian sumber daya/ dana)
31 – 50 Memiliki gagasan pembaharuan di bidang tersebut tetapi tidak jelas sasarannya
51 – 70 Memiliki gagasan pembaharuan di bidang tersebut dengan sasaran yang jelas, tetapi tidak dijabarkan dalam program kerja
71 – 85 Memiliki gagasan pembaharuan di bidang tersebut dengan sasaran yang jelas, dan telah dijabarkan dalam program kerja, tetapi tidak disosialisasikan kepada guru/ karyawan dan Komite Sekolah
86 – 100 Memiliki gagasan pembaharuan di bidang tersebut dengan sasaran yang jelas, dan telah dijabarkan dalam program kerja, serta disosialisasikan kepada guru/ karyawan dan Komite Sekolah

7. Komponen Kepala Sekolah sebagai Motivator
Aspek kemampuan mengatur lingkungan kerja (fisik)- (ada 5 indikator)
Aspek kemampuan mengatur suasana kerja (non fisik)- (ada 4 indikator)
Untuk menilai indikator kedua aspek di atas, gunakan pedoman indikator di bawah ini :
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Belum memiliki program untuk mengatur lingkungan/ suasana kerja di sekolah
31 – 50 Memiliki program untuk mengatur lingkungan/ suasana kerja di sekolah, tetapi tidak dilaksanakan
51 – 70 Memiliki program untuk mengatur lingkungan/ suasana kerja di sekolah dan dilaksanakan, tetapi pelaksanaannya tidak secara konsisten
71 – 85 Memiliki program untuk mengatur lingkungan/ suasana kerja di sekolah dan dilaksanakan secara konsisten, tetapi belum melibatkan guru/ karyawan atau yang terkait
86 – 100 Memiliki program untuk mengatur lingkungan/ suasana kerja di sekolah dan dilaksanakan secara konsisten dengan melibatkan guru/ karyawan atau yang terkait

Aspek kemampuan menerapkan prinsip penghargaan dan hukuman (ada 2 indi-kator)
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Belum dapat menjelaskan prinsip penghargaan dan hukuman dalam rangka pembinaan pegawai
31 – 50 Dapat menjelaskan prinsip penghargaan dan hukuman tetapi belum diterapkan dalam program pembinaan pegawai
51 – 70 Dapat menjelaskan prinsip penghargaan dan hukuman, telah diterapkan dalam program pembinaan pegawai, tetapi tidak dievaluasi secara kontinyu
71 – 85 Dapat menjelaskan prinsip penghargaan dan hukuman, telah diterapkan dalam program pembinaan pegawai, dievaluasi secara kontinyu, tetapi hasilnya belum memuaskan guru/ karyawan
86 – 100 Dapat menjelaskan prinsip penghargaan dan hukuman, telah diterapkan dalam program pembinaan pegawai, dievaluasi secara kontinyu dan guru/ karyawan puas terhadap hasilnya

8. Komponen Kewirausahaan Kepala Sekolah (Enterpraneurship)
Aspek Kemampuan membaca peluang
Peka terhadap adanya perubahan
Suka mengadakan pembaharuan
Tidak cepat merasa puas
Untuk indikator 8.1.1 s.d. 8.1.3 pergunakan tabel indikator di bawah ini :
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Belum menunjukkan sikap yang dimaksud
31 – 50 Sudah menunjukkan sikap tersebut, tetapi tidak konsisten (sering berubah)
51 – 70 Menunjukkan sikap tersebut secara konsisten, tetapi guru, TU, Penjaga dan siswa masih meragukan
71 – 85 Menunjukkan sikap tersebut secara konsisten dan tidak diragukan oleh guru, TU, Penjaga serta siswa
86 – 100 Menunjukkan sikap tersebut secara konsisten dan guru, TU, Penjaga serta siswa mempercayainya bahkan menjadikannya sebagai teladan

Bersikap kritis terhadap isu-isu strategis
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Hanya tertarik pada isu-isu strategis bidang tertentu saja
31 – 50 Kadang-kadang menanggapi isu-isu penting dan strategis, tetapi tanpa tindak lanjut
51 – 70 Selalu menanggapi isu-isu penting dan strategis tetapi lambat dalam menindaklanjuti sebagai bahan pembinaan dan belum menjadi bahan kebijakan
71 – 85 Selalu menanggapi isu-isu penting dan strategis kemudian ditindaklanjuti sebagai bahan pembinaan tetapi belum menjadi bahan kebijakan
86 – 100 Selalu menanggapi isu-isu penting dan strategis kemudian ditindaklanjuti sebagai bahan pembinaan dan kebijakan







Aspek kemampuan membangun jaringan
Suka bekerjasama
Memiliki jaringan pergaulan yang luas
Untuk menilai kedua indikator di atas, gunakan tabel nilai di bawah ini :
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Belum menunjukkan sikap yang dimaksud
31 – 50 Sudah menunjukkan sikap tersebut, tetapi tidak konsisten (sering berubah)
51 – 70 Menunjukkan sikap tersebut secara konsisten, tetapi guru, TU, Penjaga dan siswa masih meragukan
71 – 85 Menunjukkan sikap tersebut secara konsisten dan tidak diragukan oleh guru, TU, Penjaga serta siswa
86 – 100 Menunjukkan sikap tersebut secara konsisten dan guru, TU, Penjaga serta siswa mempercayainya bahkan menjadikannya sebagai teladan

Aspek keberanian mengambil resiko
Memiliki semangat investasi
Kemampuan mengidentifikasi resiko yang terjadi
Untuk menilai kedua indikator di atas, gunakan tabel nilai di bawah ini :
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Belum menunjukkan sikap yang dimaksud
31 – 50 Sudah menunjukkan sikap tersebut, tetapi tidak konsisten (sering berubah)
51 – 70 Menunjukkan sikap tersebut secara konsisten, tetapi guru, TU, Penjaga dan siswa masih meragukan
71 – 85 Menunjukkan sikap tersebut secara konsisten dan tidak diragukan oleh guru, TU, Penjaga serta siswa
86 – 100 Menunjukkan sikap tersebut secara konsisten dan guru, TU, Penjaga serta siswa mempercayainya bahkan menjadikannya sebagai teladan

Aspek Kemampuan mempromosikan keunggulan
Mampu mengidentifikasi keunggulan sekolah
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Kurang peduli pada prestasi sekolah
31 – 50 Prestasi sekolah didokumentasikan
51 – 70 Suka menampilkan kegiatan sekolah yang dianggap menonjol dalam kesempatan tertentu
71 – 85 Suka menampilkan kegiatan sekolah yang dianggap menonjol di berbagai kesempatan
86 – 100 Prestasi sekolah diangkat, dikembangkan dan menjadi simbol/ motto sekolah

Mampu membaca situasi kebutuhan masyarakat
Mampu berkomunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat
Untuk menilai kedua indikator di atas, gunakan tabel nilai di bawah ini :
NILAI INDIKATOR KINERJA
30 Kemampuan tidak konsisten
31 – 50 Kemampuan konsisten tetapi tidak ditindaklanjuti
51 – 70 Kemampuan konsisten dan ditindaklanjuti
71 – 85 Kemampuan konsisten, hasilnya ditindaklanjuti tetapi belum dikembangkan untuk mencapai tujuan sekolah
86 – 100 Kemampuan konsisten, hasilnya ditindaklanjuti dan dikembangkan untuk mencapai tujuan sekolah
IV. INSTRUMEN PENILAIAN (terlampir)


REVISI DAN SUPLEMEN PEDOMAN
PENILAIAN KINERJA KEPALA SEKOLAH DASAR
KECAMATAN KETANGGUNGAN
KABUPATEN BREBES
TAHUN 2010


V. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang, dst.
B. Dst.
C. Dst.

A. Sasaran
Sasaran penilaian kinerja Kepala Sekolah Dasar adalah :
1. Kepala Sekolah Dasar yang telah menduduki jabatan sebagai kepala sekolah sekurang-kurangnya empat (4) tahun pada masa jabatan periode pertama; dan atau
2. Kepala Sekolah Dasar yang telah menduduki jabatan sebagai kepala sekolah sekurang-kurangnya tiga (3) tahun pada masa jabatan periode ke dua atau 7 tahun terhitung sejak menduduki jabatan sebagai kepala sekolah pada masa jabatan periode pertama ;
3. Kepala Sekolah Dasar yang mengajukan permohonan atas inisiatif sendiri atau karena alasan promosi dan pertimbangan khusus perlu dilakukan penilaian kinerja kepala sekolah

VI. TEKNIK PENILAIAN DAN PENGOLAHAN HASIL
A. Teknik Penilaian, dst.
B. Teknik Analisis Hasil Penilaian
1. dst.
2. dst.
3. dst.
4. dst.
5. Tentukan kualifikasi Nilai Kinerja Kepala Sekolah sebagai berikut :

NO PEROLEHAN NILAI KUALIFIKASI REKOMENDASI
1 86 – 100 A (amat baik) a. Bagi Kepala Sekolah yang mengalami masa jabatan periode I dapat:
1) Diperpanjang ke masa jabatan periode ke II dan mutasi ke tipe sekolah lebih tinggi
2) Dipromosikan ke jabatan fungsional sebagai pengawas atau jabatan struktural dengan memperhatikan peraturan yang berlaku


NO PEROLEHAN NILAI KUALIFIKASI REKOMENDASI
b. Bagi kepala sekolah yang mengalami masa jabatan periode II, dapat :
1) Diperpanjang ke masa jabatan periode III dan mutasi ke sekolah lain dengan tipe lebih tinggi atau sama
2) Dipromosikan ke jabatan fungsional sebagai pengawas atau jabatan struktural dengan memperhatikan peraturan yang berlaku
c. Bagi kepala sekolah yang mengalami masa jabatan periode III, dapat :
1) Dipromosikan ke jabatan fungsional sebagai pengawas atau jabatan struktural dengan memperhatikan peraturan yang berlaku; atau
2) Dibebaskan dari tugas tambahan sebagai kepala sekolah dengan melaksanakan tugas sebagai guru secara penuh
2 71 – 85,99 B (baik) a. Bagi Kepala Sekolah yang mengalami masa jabatan periode I dapat diperpanjang ke masa jabatan periode ke II dan mutasi ke tipe sekolah yang sama
b. Bagi kepala sekolah yang mengalami masa jabatan periode II atau III, dibebaskan dari tugas tambahan sebagai kepala sekolah dengan melaksanakan tugas sebagai guru secara penuh
3 56 – 70,99 C (cukup) a. Bagi Kepala Sekolah yang mengalami masa jabatan periode I dapat diperpanjang ke masa jabatan periode ke II dan mutasi ke tipe sekolah yang lebih rendah
b. Bagi kepala sekolah yang mengalami masa jabatan periode II atau III, dibebaskan dari tugas tambahan sebagai kepala sekolah dengan melaksanakan tugas sebagai guru secara penuh
4 30 – 55,99 D (kurang) Bagi kepala sekolah yang mengalami masa jabatan periode I atau II atau III, dibebaskan dari tugas tambahan sebagai kepala sekolah dengan melaksanakan tugas sebagai guru secara penuh

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar